BREAKING NEWS

Senin, 26 November 2012

Pesona Mentawai Dimata Dunia

TIDAK banyak wisatawan Nusantara yang berminat untuk mengunjungi Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Kebanyakan hanya mengetahui bahwa kepulauan ini dekat dengan pusat gempa yang terjadi di Sumatra dalam beberapa tahun terakhir ini.


Padahal, Kepulauan Mentawai sudah tersohor di kalangan wisatawan mancanegara sebagai salah satu tempat surfing yang paling menantang di seluruh dunia. Mentawai bahkan dijuluki sebagai Hawaii-nya Indonesia.

"Setiap tahunnya, kunjungan wisatawan mancanegara ke Mentawai memang hanya 12.000, tidak sebanyak ke Bali atau tempat-tempat wisata lain di Indonesia," tutur Asnawi Bahar dari Association of The Indonesia Tours & Travel Agencies (ASITA) ketika ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Namun, pengeluaran yang mereka lakukan di Mentawai lebih tinggi dibanding wisman-wisman di destinasi wisata lainnya di Indonesia. Paling tidak, wisman yang berada di Mentawai menghabiskan USD500 per harinya," tambahnya.

Hal ini berarti, meskipun jumlah wisman yang datang ke Kepulauan Mentawai lebih sedikit dari tempat-tempat wisata lainnya di Indonesia, kualitas kunjungannya justru lebih bagus.

"Pengeluaran 12.000 wisatawan di Mentawai sama dengan pengeluaran 200.000 turis di Indonesia .Wisatawan mancanegara menghabiskan waktu minimal 10 hari di Mentawai, yang mereka habiskan di resort, juga kapal-kapal layar," jelasnya.

"Mereka juga berjanji setiap tahunnya akan kembali ke Mentawai, karena memang tempat-tempat surfing di Kepulauan ini luar biasa ombaknya," ujarnya.

Masalah yang dimiliki Mentawai adalah masih kurang memadainya infrastruktur di kepulauan ini. Untuk mencapai Mentawai dari Ibu Kota Sumatra Barat, Padang, harus menggunakan kapal laut dengan memakan waktu beberapa jam.

"Karena itulah, saya sedang berusaha mengusulkan kepada pemerintah agar dibangun bandara di Mentawai, agar lebih mudah akses untuk ke sana," tambahnya.

"Dulu, Bali juga seperti Mentawai, memiliki penduduk asli dan karakteristik budaya yang kuat dan tidak banyak diketahui wisatawan. Namun ketika infrastrukturnya dibangun, Bali bisa seperti sekarang ini," tutupnya.

Share this:

Posting Komentar

 
Back To Top
Distributed By www.surafm.com | Designed By OddThemes