BREAKING NEWS

Jumat, 05 Oktober 2012

DAS Air Bengkulu Tercemar,Salah Siapa...?????

Kondisi ekositem Daerah Aliran Sungai Air Bengkulu saat ini mengalami degradasi. Mulai dari kurangnya baku mutu air debit Lingkungan sekitar sungai yang sudah mulai tercemar. hal ini terjadi dikarenakan belum adanya konsep pengelolaan yang baik dan terpadu kepada daerah aliran sungai ini.
Team Produksi bersama ASTEKI yang terdiri dari beberapa perwakilan dari Televisi Lokal Radio dan Portal berita menemukan bahwa Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Bengkulu memiliki luas 51.000 ha, dengan panjang Kurang lebih 95 km, terletak di hulu Bengkulu Tengah dan bermuara di Kota Bengkulu . Daerah Aliran Sungai Air Bengkulu mempunyai 3 Sub DAS, sub DAS Rindu Hati dengan luas 19.207 ha Sub DAS Susup dengan luas 9.890 Ha, dan Sub DAS Bengkulu Hilir dengan luas 22.402 ha

 Daerah Aliran Sungai Bengkulu yang menjadi wilayah tangkapan air tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya . meskipun saat ini dampak yang terjadi terhadap mutu air dihulu belum tampak jelas, tetapi secara debit air sudah menjadi bukti nyata tidak lagi berfungsi sebagai tangkapan air dihulu.

 “Dibagian hulu sungai saat ini belum tampak sekali kerusakan dan kurangnya kualitas air, tetapi secara debit air tidak seperti dulu,” Ujar Sutan Mukhlis Kepala Desa Rindu Hati Kec. Tapa Penanjung Kab. Bengkulu Tengah. “Ikan Mukus sudah tidak jumpa, kemudian banyak ikan lain yang juga sudah sangat berkurang, konon dahulu kapal pun bisa lewat disungai air Bengkulu ini, tetapi saekarang rakitpun sudah tidak lagi bisa lewat,” tambahnya.

Kerusakan dan pencemaran ini terjadi karena Konserversi hutan menjadi pertanian dan perkebunan praktik penebangan kayu ilegal di hutan lindung dan cagar alam, aktifitas pertambangan dan industri adalah alasan-alasan utama meningkatnya erosi, sedimentasi dan fluktuasi debit sungai.

Menurut UPTD BLH Provinsi Bengkulu Ria Suminar ditemui oleh team Redaksi Produksi bersama Asteki menjelaskan secara ilmiah bagaimana menurunnya baku mutu air yang terjadi, dan dampak yang begitu jelas adalah yang berada pada bagian tengah sungai hingga ke muara. “Keruhnya air dan penurunnan baku mutu air sungai Bengkulu karena disebabkan adanya aktifitas penambangan dan limbah yang terjadi hulu sungai. Sehingga penumpukan limbah terjadi dibagian sub DAS Susup dan terus ke Sub DAS Bengkulu Hilir ” ungkap Ria Suminar selaku Kepala UPTD BLH Provinsi Bengkulu.

Dari data yang diperoleh, Limbah yang mencemari sungai air Bengkulu tersebut mengandung zat Belerang ( b), Merkuri (Hg), Asam Slarida (Hcn), Mangan Asam sulfat (H2sO4), dan Pb. Hg dan Pb merupakan logam berat yang menyebabkan penyakit kulit pada manusia seperti kanker kulit. untuk saat ini sungai Air Bengkulu masih dimanfaatkan sebagai pemenuhan PDAM untuk kebutuhan masyarakat, 30% sumber air bersih untuk PDAM diambil dari sungai air bengkulu, pengairan sawah masyarakat, dan juga masyarakat masih memanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci, dan juga ada beberapa ternak masyarakat juga mengkonsumsi air dari air sungai Bengkulu.

Satu sisi UPTD BLH Provinsi tidak dapat menyalahkan yang di lakukan masyarakat di areal DAS Air Bengkulu karena tindakan warga justru membantu mengurangi dampak pencemaran walau hal tersebut juga harus mengorbankan akibat dari kegiatan tersebut, hal yang patut di pertanyakan adalah bagaimana limbah berbahaya dari aktivitas tambang bisa sampai di buang di areal sungai tersebut.
(Reynal Radio Sura Mentawai FM,Ryan Gurindam12 Riau,Jakaria Radio Bimantara FM, Nia dan Alvin Bengkulu Teve)

Share this:

Posting Komentar

 
Back To Top
Distributed By www.surafm.com | Designed By OddThemes