BREAKING NEWS

Kamis, 19 Juli 2012

Menggelar expert Meeting Andre Rosiade

Keseriusan tokoh pengusaha muda nasional asal Kota Padang, Andre Rosiade untuk membangun Kota Padang kian ditunjukkannya. Tak berpuas diri hanya mendapatkan informasi dari pengalaman, curhat, dan pengamatan selama ini, Andre juga merangkul kalangan akademisi untuk memperkuat visi dan misinya.

Senin (16/7) malam, Andre Rosiade menggelar expert meeting dengan sejumlah pakar, pemerhati dan pengamat sosial, ekonomi dan hukum dari Universitas Andalas (Unand). Tidak tanggung-tanggung, dua profesor dan 4 doktor (S3) dan satu master (S2) dihadirkan dalam acara yang dipandu Ketua Jurusan Komunikasi FISIP Unand Dr Yuliandre Darwis tersebut.

Beberapa nama yang turut dalam memberikan pikirannya bagi Andre dalam ekspert meeting bertajuk “Untuk Padang yang Lebih Baik” adalah, Pakar Konflik Prof Afrizal, Antropolog Prof Nusyirwan Effendi, Pakar Ekonomi Hefrizal Handra PhD, Sosiolog Dr Azwar, Pakar Hukum Dr (cand) Yuslim, dan Dekan FISIP Unand Alfitri MSi.

Menurut Alfitri, diskusi yang digelar lebih dari 4 jam tersebut, bukan mengatasnamakan institusi Unand. Diskusi ini, katanya, hanya untuk memberikan masukan kepada Andre Rosiade yang telah menyatakan diri untuk maju dalam Pilwako 2013 untuk membangun Kota Padang.

“Kami hanya mengemukakan pokok-pokok pikiran dari masing-masing keilmuan. Jadi, tidak ada otoritas untuk ‘memaksa’ Andre menggunakanya. Karena Andre adalah user (pengguna) dari pikiran ini. Ini juga kesempatan bagi para dosen, untuk menuangkan pikiran mereka untuk Padang, melalui Andre yang bercita-cita mengabdi dan memberikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk Padang,” kata Alfitri.

Sebelum membuka diskusi, Andre Rosiade kembali menyebutkan enam program kerjanya untuk Padang yang bebih baik. Pertama, membenahi Pasar Raya Padang, memberantas maksiat dan mengurangi pekat, pendidikan gratis, pelayanan kesehatan gratis bagi yang kurang mampu.

“Kelima, meningkatkan kesejahteraan, membangun infrastruktur, dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Padang. Terakhir, meningkatkan kesejahteraan dan kinerja PNS Padang dengan memberikan tunjangan daerah, THR dan rekruitmen yang transparan untuk pejabat,” kata Andre.

Hefrizal Handra PhD yang mendapat kesempatan pertama memberikan gambaran tentang statistik Kota Padang dari sisi keuangan daerah. Konsultan Kementrian Keuangan RI ini menyebutkan, APBD Kota Padang, hanya 8,5 persen dari total APBD Provinsi, dan kabupaten/kota se-Sumbar.

“Saat ini, pendapatan kota ini 70 persennya adalah transferan dari APBN, dan hanya 13 persen PAD (pendapatan asli daerah). Sisanya dari transferan provinsi. Parahnya, sekitar 62 persen dari jumlah APBD itu, habis untuk belanja pegawai semata,” kata Hefrizal.

Namun, sebut Hefrizal, lebih dari 30 persen PDRB (pendapatan domestik regional bruto) Sumbar berasal dari Kota Padang. “Padang adalah kota jasa, karena 70 persen PDRD dihasilkan oleh sektor tersier (jasa). Sementara sektor indusri (sekunder) menyumbang 21 persen, dan sisanya (19 persen) primer (pertanian),” kata pria yang menyebut, mengandalan APBD, adalah sangat mustahil untuk membangun kota.

Menurut Hefrizal, untuk mengembangkan kota, pemerintah jangan takut berhutang. Karena, tidak akan mungkin lagi menggunakan APBD yang jumlahnya terbatas. Pemimpin ke depan, haruslah orang yang kreatif dan mampu memanfaatkan sumber dana yang bisa digunakan bukan dari APBD.

“Padang harus membenahi transportasi. Bukan hanya membangun terminal, tapi juga memastikan pengaturan angkot. Angkot bukanlah privat transportation (transportasi pribadi), tapi public transportation (umum). Selain itu, pelayanan yang kacau balau di segala lini, juga harus diperbaiki,” kata spesialisasi ekonomi keuangan daerah ini.

Antropolog Prof Nusyirwan Effendi memberikan masukan tentang Pasar Sapta Pesona, yang diterjemahkannya sebagai gagasan komparatif revitalisasi pasar tradisional di Padang. Menurut doktor jebolan Jerman ini, pasar tradisional adalah aset yang seharusnya dijaga, karena jumlahnya makin terpinggirkan saat ini.

“Ke depan, pemerintah harus memberdayakan pasar tadisional, agar tidak tergerus dengan keberadaan pasar modern. Pembinaan pasar tradisional harus dilakukan, agar tercipta keadilan ekonomi dalam masyarakat terhadap keberadaan pasar modern. Mengembangkan pasar tradisional dari kondisi terpinggirkan menjadi aset yang penting, serta melestarikan pasar tradisional menjadi asset,” kata Nusyirwan.

Sosiolog Dr Azwar menyebutkan, menjadi pemimpin Kota Padang saat ini sudah memiliki “modal” awal yang kuat, yaitu nama Padang yang sudah sangat terkenal. Nama itu, katanya, sudah membuat Padang bisa “berlari” dalam pembangunan, sebelum gempa 2009 menghoyak. “Membangun kota pascagempa, sudah mulai terlihat dalam 3 tahun ini. Padang sudah mampu meyakinkan investor, namun bagaimana ke depannya?” kata Azwar.

Satu usulan Azwar yang menarik bagi Andre Rosiade adalah, konsep one zone one function (satu wilayah satu fungsi). Karena, Kota Padang memiliki potensi yang berbeda-beda di tiap kawasannya. “Pemimpin ke depan, adalah yang mampu mengelola ini dengan baik. Misal, kawasan Parakburuk hingga Kuranji daerah Pertanian, kawasan Pauh dan Lubukkilangan sebagai pusat pendidikan dan industry. Sementara kawasan pusat kota dijadikan kawasan bisnis, di mana tersegmentasinya kawasan pasar dan hotel,” kata Pembantu Dekan III FISIP Unand ini.

Sosiolog lainnya, Prof Afrizal secara terang menyebut, saat ini Padang adalah kota yang tidak enak untuk dikunjungi, apalagi ditinggali. Afrizal menyebut, pemimpin baru harus menciptakan Padang yang ramah bagi kelompok marjinal (terpinggirkan), tertib, indah, besih dan nyaman untuk hidup.

“Semaju apapun perekonomian kota ini, kalau anak jalanan akan tetap ada, akan sangat memalukan. Selain itu, kota ini jangan abaikan para manula, apalagi menelantarkannya. Karena, semakin baik usia harapan hidup, maka lansia (lanjut usia) akan semakin meningkat. Pemerintah, harus proaktif dalam menanggulangi persoalan ini,” kata Afrizal yang juga pakar konflik ini.

Pakar Hukum Dr (cand) Yuslim menyebutkan, 2013 adalah waktunya kota ini memilih pemimpin, bukan mencari pemimpin. Artinya, memilih berarti memiliki choise (pilihan), bukan sembarangan. Jadi, warga harus melakukan perubahan untuk lebih baik. Namun, bagaiamana melakukan perubahan itu?

Yuslim menyebut, pertama yang harus dilakukan Andre, atau siapapun yang memimpin Padang 2013 harus merubah dan mengembangkan mainset adiminstrasi Negara (birokrasi). Karena, seorang pemimpin harus mampu mengendalikan birokrasi untuk mewujudkan visi dan misinya.

“Kenapa administrasi Negara (PNS) harus diubah, karena birokrasi saat ini cenderung lamban, tidak inovatis, kurang proporsional dan tidak memiliki daya saing. Karena itu, pemimpin harus menyuntikkan semangat kewirausahaan sector public. Resep itu sudah banyak digunakan oleh pemimpin di dunia yang berhasil, sepeti Bill Clinton saat menjabat gubernur Arkansas, William Weld (Gubernur Massachusetts), dan Pete Wilson (California),” kata Yuslim.

Jadi, kata Yuslim, bagaimana melakukan perubahan adalah, dengan membuat payung hukum yang baik (aspiratif dan responsive) dalam bidang pelayanan publik dan menata birokrasi. Selanjutnya, pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), serta membuat kelembagaan pelayanan public satu pintu yang benar-benar efektif.

Di sektor pariwisata, Alfitri menyebutkan, pemimpin masa depan harus melakukan koreksi terhadap kepemimpinan sebelumnya. “Harus menata kembali Padang yang semrawut ini untuk meningkatkan potensi wisata dengan melakukan pembenahan infrastruktur pedestrian (kawasan pejalan kaki),” katanya.

Selanjutnya, menerapkan konsep fair trade tourism (perdagangan turis yang fair). Mulai dari ongkos Taxi berargo, makanan yang harganya jelas, dan objek wisata yang pengelolaannya satu pintu. “Merevitalisasi heritage (cagar budaya) seperti Kota Lama di Muaro, Pondok dan pasa Gadang. Selanjutnya, membangun suasa yang kondusif, dengan terus memelihara keunikan,” kata Alfitri.

Andre Rosiade menyebutkan, diskusi dan masukan dari para pakar akademisi tersebut, akan membantunya untuk memperkuat konsep pembangunan Kota Padang ke depan. Dia menyebut, akan selalu membudayakan mendapatkan masukan dari akademisi, dan aspirasi dari masyarakat umum.

Share this:

Posting Komentar

 
Back To Top
Distributed By www.surafm.com | Designed By OddThemes